Desy Ratnasari Bangga Anak-anak SLB A Optimis Menjalani Hidup

153

Fraksipan.com – Keterbatasan interaksi sosial anak-anak tunanetra perlu dipahami terutama bagi orang tua dan guru. Guru memiliki peranan penting dalam menghadapi anak-anak tuna netra sebab guru sebagai orang tua di sekolah yang harus siap memberikan pendidikan anak tuna netra dalam segala bentuk kekurangannya dengan penuh kesabaran, khususnya mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak tunanetra di Sekolah Luar Biasa.

Dalam kegiatan masa reses kali ini Hj. Desy Ratnasari,M.Si., M.Psi mengunjungi SLB A (tuna netra) Budi Nurani Kota Sukabumi. Melihat anak-anak penyandang disabilitas (tuna netra) dalam menjalankan hidup penuh dengan optimistis dan berpikir positif dalam setiap melakukan kegiatan belajar mengajar membuat Desy bangga dengan anak-anak SLB A Budi Nurani. Desy mengatakan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus maju selayaknya anak-anak lain. Hidup itu adalah menjalankan ketentuan yang telah Allah SWT berikan sebagai anugerah dan tentunya melakukan dengan sepenuh hati di ikuti prestasi yang membanggakan bagi kedua orang tua dan guru yang mendidik .

Kemampuan itu ditunjukkan anak-anak SLB A Budi Nurani melalui pagelaran seni dengan membaca ayat ayat suci Alquran, membaca puisi, bermain musik dan bernyanyi. Semangat mereka menjadi contoh bagi kita semua bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk dapat terus maju dengan menunjukkan potensi, kelebihan yang ada dan mengejar cita cita, tutupnya.

Dengan segala keterbatasan dalam pengajaran, pengembangan dan sarana prasarana penunjang, yayasan SLB A Budi Nurani juga menyampaikan bahwa yayasan ini sangat mengharapkan agar bantuan dapat diberikan oleh pemerintah pusat ataupun daerah, hal yang utama bagi kami adalah perluasan pembangunan yayasan agar dapat menampung lebih banyak lagi anak-anak penyandang disabilitas khususnya anak-anak tuna netra. (ed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here