Desy Ratnasari Menyerahkan Alat Bantu Pertanian Ke Kelompok Tani Se Kabupaten Sukabumi

102
Desy Ratnasari saat menyerahkan Bantuan Aspirasi Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada Kelompok Tani Se Kabupaten Sukabumi

Fraksipan.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Hj. Desy Ratnasari, M.Si.,M.Psi menyerahkan Bantuan Aspirasi Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Hand Tractor sebanyak 13 Unit yang akan didistribusikan kepada 13 Kelompok Tani Se Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Bojong Duren, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Pada kegiatan tersebut turut hadir Wakil Bupati Sukabumi Bapak Drs. H. Adjo Sardjono, MM, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PAN yang juga Ketua Komisi I DPRD Kab. Sukabumi Bapak H. Asep Suherman, SE, jajaran Muspika Kecamatan Jampang Tengah, Kepala Dinas Pertanian Kab. Sukabumi yang diwakili oleh Bapak Ahmad Kusdinar Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian dan Sdr. Rozak Daud Ketua DPC Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi.

Traktor

Dalam sambutannya, Desy berharap Bantuan Hand Tracktor dapat mendorong dilaksanakannya pertanian rakyat yang berkelanjutan, hendaknya bukan saja didorong untuk memperbaiki kualitas tanah, lingkungan dan produksi, tapi juga dengan teknologi, karena dengan teknologi dapat menghemat waktu pengolahan tanah. Selain itu, dengan adanya traktor ini dapat menjadi lebih efisien.

Desy menegaskan, Pertanian rakyat berkelanjutan harus menjawab kebutuhan teknologi bagi petani kecil. Inovasi teknologi pada petani kecil ini memiliki beberapa karakter yakni penghematan input dan biaya, pengurangan resiko kegagalan, dikembangkan untuk lahan marjinal, cocok dengan sistem pertanian keluarga tani, dan meningkatkan pemenuhan nutrisi, kesehatan, dan lingkungan.

Desy Menyampaikan Sambutan

Sistem ini sudah sesuai dan sejalan dengan kriteria pengembangan teknologi bagi petani kecil. Kriteria tersebut adalah berbasiskan pengetahuan lokal dan rasional, layak secara ekonomi dan dapat diakses dengan menggunakan sumber-sumber lokal, sensitive pada lingkungan, nilai sosial dan kebudayaan, mengurangi resiko dan bisa diadaptasi oleh petani, serta meningkatkan secara keseluruhan produktivitas dan stabilitas pertanian.

Desy berharap, program tersebut hendaknya dijalankan dengan sungguh-sungguh sebagai upaya untuk melepas ketergantungan petani terhadap perusahaan-perusahaan transnasional penghasil input pertanian. Dengan begitu, petani tidak menjadi buruh dilahan sendiri. (ed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here