Fraksi PAN : Pemerintah Harus Berhati-hati Mengelola Utang

22

Fraksipan.com – F-PAN berharap RAPBN 2019 benar-benar menjadi instrumen fiskal guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta pemerataan ekonomi berkeadilan. Semuanya harus bermuara pada pengentasan kemiskinan, mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa.

Fraksi PAN memberi catatan atas defisit anggaran pada RAPBN 2019 sebesar Rp297,163 triliun atau sekitar 1,84 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini turun apabila dibanding sebelumnya yang berada pada kisaran 2,12 persen. Menurut Yohan, di satu sisi penurunan defisit ini menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan kebijakan fiskal secara lebih hati-hati dan bertanggungjawab. ungkap juru bicara F-PAN Ahmad Yohan saat membacakan pemandangan umum fraksi atas RAPBN 2019 beserta Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna di Gedung DPRR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Namun di sisi lain, keberadaan defisit anggaran ini juga menandakan bahwa penyusunan RAPBN 2019 masih belum berimbang. Untuk itu, ia meminta pemerintah agar lebih hati-hati dalam target penerimaan sekaligus berhati-hati dalam menyusun dalam belanja negara.

Pada saat yang sama, pemerintah juga harus berhati-hati mengelola utang guna menekan defist APBN 2109. “Rasio utang tidak boleh melebihi 30 persen dari produk domestik bruto (PDB).” Tekan politisi dapil NTT I itu.

Terkait dengan Indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2019 ditargetkan meningkat menjadi sebesar 71,98. F-PAN menilai, angka ini cukup tinggi dibanding target IPM pada APBN 2018 sebesar 71,5. Untuk itu pemerintah diminta serius dan meningkatkan pembangunan IPM melalui berbagai program yang terarah dan tepat sasaran seperti menguatkan program keluarga harapan (PKH), program subsidi energi dan non energi serta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tepat sasaran. (ed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here