Kasus Corona Pecah Rekor, Saleh Daulay: Sosialisasi AKB Kurang Masif

 Kasus Corona Pecah Rekor, Saleh Daulay: Sosialisasi AKB Kurang Masif

Saleh P Daulay, Anggota DPR RI F-PAN

Fraksipan.com – Angka kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia dalam 2 hari berturut-turut mencapai rekor angka tertinggi dalam sehari. Sejak Corona pertama kali, tambahan 3.003 kasus positif pada Jumat (28/8) menjadi jumlah terbanyak.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay menilai ada sejumlah faktor yang mempengaruhi tingginya kasus positif yang dilaporkan dalam sehari. Menurutnya, jumlah pemeriksaan spesimen yang tinggi hingga kurangnya kesadaran masyarakat menjaga protokol kesehatan mengakibatkan orang semakin banyak yang terpapar COVID-19.

“Saya melihat memang spesimen yang diperiksa pemerintah itu juga berpengaruh pada meningkatnya jumlah pasien positif Corona. Kenapa? karena semakin banyak sampel yang diambil, maka konsekuensinya berbanding lurus dengan semakin banyak orang yang terkonfirmasi positif Corona ini,” kata Saleh kepada wartawan, Jumat (28/8/2020).

Dia mengatakan pemerintah harus lebih gencar sosialisasi kepada masyarakat bagaimana pola hidup sehat di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Selama ini, kata dia, adaptasi kebiasaan baru itu belum sepenuhnya dipraktikkan masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya.

“Nah adaptasi kebiasaan baru itu ternyata belum bisa secara utuh dipraktikkan di tengah masyarakat dan kampanye itu menurut saya masih kurang begitu masif dilakukan oleh pemerintah. Itu berimplikasi pada banyaknya orang yang terpapar,” ucap Saleh.

Menurut Saleh, meskipun AKB telah dikampanyekan oleh pemerintah lebih dari 1,5 bulan lalu, namun nyatanya masyarakat masih banyak yang abai. Masih ada masyarakat yang tak menjaga jarak hingga tidak memakai masker.

“Khusus untuk pemakaian masker. Pemerintah harus menyiapkan masker gratis sebanyak mungkin, kalau perlu dibagikan langsung ke masyarakat. Ada faktor dimana orang tidak memakai masker itu karena tidak punya, walaupun kelihatan sederhana masker itu tetap bagi orang yang nggak punya itu bukan kebutuhan primer. Karena itu belum tentu daripada beli masker lebih bagus beli makan gitu,” katanya.

“Ini yang harus diantisipasi pemerintah supaya keterjangkauan terhadap masker itu bisa betul-betul melindungi warga kita. Terutama mereka-mereka yang kurang beruntung, mereka yang hidupnya masih menengah ke bawah,” sambungnya.

Seperti diketahui, angka 3.003 kasus baru, Jumat (28/8) adalah rekor tertinggi tambahan kasus sejak kasus Corona pertama kali diumumkan di Indonesia. Ini juga kali pertama angka kasus baru harian menembus 3.000.

Pada Kamis (27/8), kasus positif virus Corona di RI bertambah 2.719 sehingga menjadi 162.884. Pasien sembuh bertambah 3.166 sehingga menjadi 118.575. Sementara itu, pasien yang meninggal sebanyak 120 orang, sehingga totalnya menjadi 7.064 orang meninggal. (fas/mae, detik.com)

mediafraksipan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.