Rapat Tertutup Pemberian PMN BUMN Untuk Menjaga Rahasia Negara

874

Fraksipan.com – Ketua Komisi VI DPR Achmad Hafisz Tohir membantah rapat pembahasan Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dua hari lalu, diwarnai kongkalikong atau deal-deal yang disepakati.

“Semua sudah kita buka pada sesi akhir yang menjelaskan proses pengambilan keputusannya tidak ada deal apapun,” kata Hafisz di Jakarta (15/2).

Hafisz menjelaskan semua pembahasan BUMN di Komisi VI DPR dilakukan secara terbuka. Namun khusus sesi pendalaman pada Selasa (10/2) lalu, yang berlangsung hingga dinihari, sengaja dilakukan tertutup karena ada unsur kerahasiaan negara yang harus dijaga.

“Ada unsur kerahasiaan yang dilindungi undang-undang, yaitu ada beberapa BUMN yang sudah IPO (initial public offering-perusahaan publik). Sehingga kalau persepsi negatif muncul maka bisa-bisa BUMN tersebut akan turun harga sahamnya. Hanya masalah itu saja,” jelas Hafisz.

Setelah pendalaman selesai, rapat kembali terbuka sampai penyampaian kesimpulan diumumkannya 27 BUMN penerima PMN, dengan nilai total mencapai Rp 36 triliun lebih.

“Setelah itu selesai maka rapat dibuka umum kembali. Bahkan, kesimpulan rapat pun kita ajak media masuk. Permintaan tertutup datangnya dari pemerintah karena mereka ingin mejaga kerahasiaan BUMN yang sudah IPO,” tandas Anggota Fraksi PAN ini. (Ed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here