Teguh Juwarno: Kementerian Perdagangan Harus Hadirkan Pemasukan Devisa Yang Tepat dan Jelas Bagi Negara

73

Fraksipan.com – Ketua Komisi VI DPR RI Teguh Juwarno menegaskan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan harus mampu menghadirkan pemasukan devisa yang tepat dan jelas bagi negara sehingga pemasukan negara menjadi stabil. Menurutnya, nilai ekspor Indonesia terlalu kecil, dibandingkan besaran impor. Sehingga hal ini menekan neraca perdagangan Tanah Air.

 

“Pemerintah harus jelas dalam masalah ini, terutama menjelaskan industri apa yang betul-betul bisa mendapatkan devisa yang tepat, sehingga tidak ada keluhan devisa tergerus,” tegas Teguh saat memimpin Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan, di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

 

Anggota DPR RI  daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IX tersebut memaparkan, salah satu penyumbang devisa terbesar bagi penerimaan negara saat ini adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Sedangkan jika dibandingkan dengan produk manufaktur Indonesia kalah saing dengan negara-negara lain.

 

“Ketika kita berbicara produk manufaktur, kita kalah saing dengan negara lain, terutama oleh pendatang baru seperti Vietnam. Kita juga kalah karena berbagai insentif yang mereka berikan,” tandas politisi Partai PAN ini.

 

Teguh berharap pemerintah melalui Kementerian Perdagangan segera mendapatkan solusi yang tepat dalam mendapatkan devisa negara yang besar, sehingga tidak kalah dengan negara-negara lainnya, terutama di tengah larangan peredaran sawit Indonesia di Uni Eropa.

 

“Tentu kita mengharapkan adanya kehadiran sektor-sektor yang dapat mendukung pemasukan devisa kita dan juga harus didorong. Kita tahu Kementerian Perdagangan sudah bekerja luar biasa, terutama dalam menghadapi larangan sawit Indonesia di Uni Eropa,” jelas Teguh Juwarno (ed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here