RDP Dengan Komisi VII, Andi Yuliani Sedih Dengan Cara Kem-ESDM Menhabiskan Anggaran

 RDP Dengan Komisi VII, Andi Yuliani Sedih Dengan Cara Kem-ESDM Menhabiskan Anggaran

Dr. Andi Yuliani Paris – Anggota Komisi VII DPR RI – Fraksi PAN

Fraksipan.com – Anggota DPR-RI Komisi VII Fraksi PAN, Dr. Ir. Hj.Andi Yuliani Paris, M.Sc, meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus berhati hati menggunakan APBN.

Hal ini dikatakan saat Komisi VII DPR menggelar rapat membahas Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM RAPBN Tahun Anggaran 2021, Penetapan Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM RAPBN Tahun Anggaran 2021 dan Pengantar Pagu Indikatif RKP K/L dan RKA K/L Tahun Anggaran 2022 di di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rabu (2/6).

Selain itu, Andi Yuliani Paris (AYP) juga mempertanyakan kinerja dari Kementrian ESDM. ” Apa yang dilakukan ESDM adalah pengkhianatan terhadap rakyat” Ucap AYP secara virtual.

“Tidak usah membuang uang-uang rakyat dengan hal yang tidak penting” jelasnya.

Politikus PAN juga ini menuturkan bahwa selama dirinya berada di Komisi VII tidak ada program Litbang yang dilakukan untuk masyarakat. Selain itu, AYP juga menyebut bahwa banyak tambang tambang liar yang berada diluar sana yang tidak bisa diatasi.

“Saya merasa berdosa melihat kezoliaman-kezoliman yang dilakukan oleh pemerintah di republik ini. Tidak punya hati melihat penderitaan rakyat hanya menghabiskan anggaran.” tambahnya.

AYP Juga menyinggung studi studi yang tidak perlu, penggunaan anggaran pelayanan publik sebesar RP 9,3 Miliar peningkatan pelayanan publik namun indikatornya tidak jelas dan anggaran pengawasan sebesar 5,2 Miliar.

Olehnya itu, ia berharap kepada pihak terkait agar-agar berhati hati dalam pengelolaan anggaran karena apa yang dilakukan di dunia nantinya akan dipertanggung jawabkan di akhirat.(ed)

editor

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.