Zainuddin Minta Pemerintah Jangan Jadi PHP Kepada Guru Honorer

 Zainuddin Minta Pemerintah Jangan Jadi PHP Kepada Guru Honorer

Prof. Zainuddin Maliki saat menerima audiensi dari kelompok guru honorer

Fraksipan.com – Por. Zainuddin Maliki anggota Komisi X DPR RI menerima audiensi dalam rangka Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruangan Komisi X DPR RI.

Rapat dengar pendapat umum oleh Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Katagori (GTKHNK 35+) dengan komisi X membahas pemasalahan terkait usulan perjuangan GTKHNK 35+ tentang bisa diangkatnya GTKHNK kategori usia 35 th ke atas sebagai PNS.
Hal tersebut sebagaimana diputuskan melalui keppres dan mendapatkan gaji sesuai UMK dari APBN. Adapun gaji tersebut di bayarkan dengan sistem bulanan bagi guru dan tenaga kependidikan honorer non kategori usia 35 th kebawah serta memohon pula terkait seleksi PPPK.

Lina Kurniati selaku ketua GTKHNK 35+ menyatakan bahwa guru honorer sebagai kelompok yang tertindas, disatu sisi berkewajiban mencerdaskan generasi bangsa namun kehidupan mereka sendiri memprihatinkan.

“Saya lebih senang mengutarakan guru honorer itu sebagai objek yang tertindas, kita di harapkan untuk mencerahkan generasi bangsa tapi kehidupan kita sendiri tidak di perhatikan dan tidak di perhitungkan oleh pemerintah, apakah wajar guru di tahun 2021, ini masih ada yang berpenghasilan 150 ribu rupiah.” Sambung Lina

“Tadi sempat ngobrol dengan Prof Zainuddin, saya melihat beliau sangat bijaksana, beliau mengeluarkan statment yang memang masuk akal, intinya ujar Prof Zainuddin jangan memberikan harapan palsu kepada guru – guru honorer, karna itu tidak baik. Jika memang negara tidak mempunyai anggaran untuk menggaji pppk tinggal bilang saja, jangan di beri harapan.” ungkap Lina menirukan Zainuddin.

Lina menyinggung mengenai persoalan linieritas, bahwa hal tersebut harus menjadi koreksi ke dalam Kementerian Pendidikan itu sendiri.

“Soal linieritas, maindset saya menjadi terbuka karna beliau sempat menyinggung bagaimana bisa seseorang menuntut linearitas untuk orang namun dirinya sendiri tidak linier, tidak usah di jelaskan konteksnya apa, cuman kita diruangan tadi tertawa lepas seolah – olah beban kita lepas sekian persen terobati.” ujarnya lagi.

Lina juga menaruh harapan kepada komisi X khususnya Prof. Zainuddin Maliki agar memperjuangkan harapan dan aspirasi dari kalangan GTHNK ini.

“Anggota komisi 10 menyatakan siap memperjuangkan harapan kita, sampai – sampai apa yang menjadi tuntutan kita semuanya di cover dan didengarkan karna menurut kami, kami sudah sampai di titik klimaks jika kebijakan terhadap guru honorer saat ini tidak berkeadilan, bahwa tidak ada di pancasila yang adil dan beradab. Itu tidak ada, kalau berkeadilan tidak akan menindas seperti ini. Apakah beradab tatkala nasib guru di bawah rata-rata, apa kah beradab kita kami mencerdaskan anak bangsa tapi anak kami sendiri tidak dapat sekolah. Harapan Kita, hanya ingin di akui, kita ingin di angkat PNS, dengan itu kita dihargai.” pungkasnya.

editor

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 15 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.