Anggota Komisi X DPR Abdul Hakim Bafagih Tawarkan Ide Segar Pulihkan Pariwisata Indonesia

 Anggota Komisi X DPR Abdul Hakim Bafagih Tawarkan Ide Segar Pulihkan Pariwisata Indonesia

Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih

Fraksipan.com – Anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakim Bafagih merekomendasikan 4 gagasan dalam pemulihan pariwisata Indonesia.

Dalam usulan yang disebutnya sebagai bagian dari #AHBinitiative untuk masa depan pariwisata Indonesia, Hakim menyarankan agar Indonesia serius membangun big data di sektor pariwisata.

“Tujuannya adalah mengatasi masalah akurasi real time database pariwisata karena ini selalu menjadi persoalan di periode periode sebelumnya kita masih belum memiliki data real-time yang mudah diakses,” kata Hakim dalam rapat kerja dengan Kementerian Pariwisata, Jumat (03/06).

Hakim mengatakan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) maupun beberapa hotel dinilai belum optimal. Ia ingin data wisatawan bisa diperoleh secara menyeluruh baik dalam negeri maupun luar negeri.

Selain data wisatawan, politikus muda PAN ini menuturkan big data juga akan mengumpulkan informasi pelaku pariwisata hingga pihak terkait (stakeholder). Dengan demikian, pemerintah bisa dengan mudah memberikan bantuan kepada pelaku pariwisata.

Big data juga berguna untuk memetakan keramaian pariwisata. Pemerintah bisa melihat daerah mana yang pariwisatanya perlu perbaikan maupun promosi demi menggenjot nilai pariwisata daerah. Dengan demikian negara bisa menentukan target pencapaian dalam dunia pariwisata.

“Yang terakhir kita juga bisa menentukan program, kita bisa menentukan goals. tadi Bang Putra menyampaikan swot. Dari sana nanti kita bawa ke SMART, spesific, measureable, achieveable, relevant dan ada time-bound,” Kata Hakim.

Kedua adalah Indonesia Tourism Fund. Menurut Hakim, keberadaan fund ini penting agar Indonesia memiliki dana talangan saat menghadapi krisis seperti Covid-19. Ia berpendapat, asal dana bisa dari tourism unicorn, tourism investment dan spending para turis. Kementerian Pariwisata berperan untuk mengatur besaran dana dan mengelola dana tersebut.

“Jadi kementerian ini merumuskan regulasi pengelolaan dana CSR, besarannya berapa kemudian nanti ditaruh di mana dan cara bagaimana, termasuk ada sistem digital dalam pengelolaan dana CSR ini,” kata legislator milenial ini.

Ketiga adalah sertifikasi destinasi new normal. Pemuda millenial ini berpendapat, masyarakat saat ini mencari tempat pariwisata yang aman dari penyakit, termasuk Covid-19. Oleh karena itu, Hakim menyarankan agar ada tim kurasi yang menilai dan memberikan sertifikat rekomendasi daerah tersebut layak dikunjungi dan aman bagi wisatawan.

“Ketika sudah dikurasi, diterbitkan regulasinya dan kalaupun ternyata perlu dibikin lembaga dalam melakukan ini, bikinlah lembaga sertifikasi destinasi,” kata Hakim.

Terakhir adalah pembangunan “super apps” wisata Indonesia. Aplikasi ini diharapkan membantu para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri saat berwisata. Aplikasi ini juga akan berisi helpdesk (fitur bantuan) apabila wisatawan mengalami masalah, termasuk saat menerapkan new protokol kesehatan.

“Nanti yang terakhir adalah marketplace supply dan demand. Ketemu semuanya. Itu masukan dari kami, Mas Tama, terkait solusi untuk pemulihan di bidang pariwisata,” kata Hakim.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama mengapresiasi empat gagasan yang disampaikan Bafagih. Ia pun berharap bisa membahasnya lebih lanjut.

“Saya tadi komentar sama Bu Wamen (Angela Tanoesoedibjo), presentasinya (Hakim Bafagih) serius ini. Bagus menurut saya dan perlu kita pelajari lagi lebih lanjut,” kata Wishnutama antusias.

*AHB Media

mediafraksipan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + 17 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.