Empat Ribu Dosis Vaksin di Kudus Kadaluwarsa, Saleh: Jangan Sampai Terjadi Lagi

 Empat Ribu Dosis Vaksin di Kudus Kadaluwarsa, Saleh: Jangan Sampai Terjadi Lagi

Fraksipan.com – Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay bereaksi atas berita 4 ribu dosis vaksin jenis AstraZeneca yang kadaluwarsa di Kudus Jawa Tengah.

Saleh meminta agar pemerintah segera melakukan klarifikasi terkait pemberitaan tersebut. Berita adanya ribuan vaksin yang kadaluwarsa adalah berita tidak baik, sebab pemerintah saat ini sedang mengejar target pencapaian vaksinasi sebanyak 70 persen hingga akhir tahun.

Saleh mengatakan, dengan adanya berita tersebut menandakan kesan pemerintah tidak sungguh-sungguh dalam melaksanakan program vaksinasi, Kamis (4/11/2021).

“Kalau membaca beritanya, kejadian ini diakibatkan lambatnya distribusi vaksin dari provinsi ke kabupaten. Belum jelas apa yang menjadi kendala. Namun, kalau vaksinnya kadaluwarsa, tentu sangat disayangkan,” ujarnya.

Masalahnya kata Anggota Komisi IX ini, masih banyak daerah sekarang yang berjibaku meminta kuota vaksin. Semuanya belum bisa dipenuhi. Ketersediaan vaksin juga terbatas. Masih harus menunggu dari negara produsen.

“Kan aneh ya, ada daerah yang kekurangan vaksin dan mengejar-ngejar kuota, tapi ada daerah yang vaksinnya ada tetapi terlambat disuntikkan. Kalau betul kadaluwarsa, itu sangat mubazir. Pantas dan wajar disorot masyarakat,” imbuhnya.

Dalam konteks ini lanjut Saleh, Kementerian Kesehatan diminta untuk ikut membantu memantau distribusi vaksin di daerah.

Jika ditemukan kendala, Kementerian Kesehatan diminta untuk memberikan bantuan. Bagaimanapun juga, sukses tidaknya vaksinasi ini adalah tanggung jawab Kemenkes RI.

“Kalaupun kendala ada di daerah, tetapi Kemenkes RI tetap diminta bertanggung jawab. Karena itu, Kemenkes juga harus turun ke bawah. Berikan supervisi dan bantuan yang diperlukan,” tuturnya.

Terkait dengan vaksin yang disebut kadaluwarsa tersebut, Saleh meminta pemerintah untuk segera memeriksa.

Jika memang kadaluwarsa, harus segera diamankan dan tidak dipergunakan lagi. Harus segera dikirim vaksin pengganti. Namun, jika masih ada grace priode (masa tenggang), perlu dipelajari secepatnya apakah masih bagus untuk disuntikkan atau tidak.

Saleh menegaskan agar hal tersebut jangan sampai terulang lagi, mengingat masih banyak sekali masyarakat yang perlu divaksinasi.

“Kalau sudah tidak bagus lagi, jangan disuntikkan. Masyarakat harus mendapat vaksin yang terbaik. Yang perlu ditekankan, kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

editor

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 8 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.