Fraksi PAN Pertanyakan Kemenaker Izinkan TKA Masuk Indonesia Saat Pandemi

 Fraksi PAN Pertanyakan Kemenaker Izinkan TKA Masuk Indonesia Saat Pandemi

Saleh Partaonan Daulay Ketua Fraksi PAN DPR RI

Fraksipan.com – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasioal (PAN) DPR RI Saleh Daulay mengaku prihatin dengan pemberian izin masuknya Warga Negara Asing (WNA) dari China ke Indonesia.

Sebab dia menilai, pandemi Covid-19 di Indonesia masih terjadi, sedangkan pintuk masuk asing yang dikhawatirkan membawa transmisi virus tetap terbuka.

“Kedatangan mereka ini tentu dikhawatirkan berpotensi membawa virus Covid-19,” kata Saleh melalui pesan singkat diterima, Selasa (18/5/2021).

Selain prihatin, Wakil Ketua MKD ini juga menyayangkan sebab para WNA China masuk untuk bekerja. Kendati, sektor ketenagkerjaan dalam negeri dinilai banyak melakukan pemecatan sebab pandemi.

“Mereka datang dimaksudkan untuk bekerja di Indonesia. Sementara, di dalam negeri sendiri, ada banyak PHK dan pekerja yang dirumahkan. Mengapa pekerjaan yang tersedia tidak diprioritaskan bagi WNI?,” heran Saleh.

Saleh pun mendesak, Kementerian Tenaga Kerja bisa lebih transparan soal datangnya para WNA tersebut. Tujuannya menihilkan praduga terhadap para pekerja dalam negeri.

“Apa sih jenis pekerjaan yang mesti membutuhkan TKA China? Kementerian tenaga kerja perlu terbuka terkait masalah ini,” desak anggota Komisi IX DPR RI ini.

Saleh menyarankan, Kementerian Tenaga Kerja mengalkulasi ulang untung rugi menggunakan para pekerja asing di Indonesia.

Jika tidak terlalu berdampak pada ekonomi negara, Saleh beranggapan Kementerian Tenaga Kerja bisa mempertimbangkan ulang saat membuka izin terhadap mereka.

“Kalau kontribusinya tidak signifikan, ya dihentikan aja dulu sementara. Ini demi keamanan warga masyarakat. Apalagi, belakangan ini peningkatan jumlah yang terpapar covid-19 semakin tinggi,” pungkas Saleh.

editor

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.