Saleh Daulay: Kebijakan Pemerintah Setengah-setengah, Hasil Setengah-setengah

 Saleh Daulay: Kebijakan Pemerintah Setengah-setengah, Hasil Setengah-setengah

Saleh Partaonan Daulay Ketua Fraksi PAN DPR RI

Fraksipan.com – Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 selama ini selalu tidak maksimal.

Alasannya, di satu sisi pemerintah ingin menekan jumlah paparan covid-19, akan tetapi di sisi lain pemerintah tidak ingin roda perekonomiannya terganggu.

“Akibatnya, kebijakan yang diambil selalu setengah-setengah. Hasilnya, ya setengah-setengah juga. Covid-nya tetap ada, ya ekonominya juga belum stabil,” ujar Saleh dalam keterangannya, Selasa (20/7).

Untuk itu, Anggota Komisi IX itu berharap agar pemerintah bisa melangkah lebih jauh. Yaitu memikirkan agenda kebijakan yang bisa menyelesaikan akar masalah yang sebenarnya.

“Masalah sebenarnya itu penyebarab virus Covid-19. Apapu kebijakan yang diambil penurunan dan pemutusan mata rantai penyebaran virus Covid nanti harus diutamakan,” imbuhnya.

Menurut Saleh, kesehatan merupakan yang utama. Karena ketika masyarakat sehat, akan bisa bekerja secara normal.

“Kalau orang sehat, bisa bekerja normal. Kalau bisa bekerja normal, ekonomi akan tumbuh lagi. Pandangan saya, ya sesederhana itu,” ucap Saleh lagi.

Saleh berpendapat mengenai langkah yang akan diambil pemerintah, terkait penanganan Covid-19 bahwa masyarakat hingga kini masih menunggu hasil evaliasi dari pelaksanaan PPKM Darurat.

Hasil evaluasinya akan menentukan apakah pemerintah akan memperpanjang PPKM Darurat atau mengambil kebijakan lain.

Bahkan, saleh menilai perpajangan PPKM Darurat sampai dengan 25 Juli juga tanpa dasar kajian yang komprehensif.

Saleh mengatakan hasil evaluasi penting menjadi rujukan, karena saat ini muncul dua pandangan di tengah masyarakat.

Ada yang mengatakan PPKM Darurat efektif sehingga perlu diperpanjang, dan ada juga yang mengatakan bahwa PPKM Darurat tidak perlu diperpanjang karena dinilai sangat mengganggu kehidupan ekonomi masyarakat.

editor

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + nineteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.