Achmad Hafisz Tohir : Diplomasi yang Dilakukan Eksekutif Belum Maksimal

 Achmad Hafisz Tohir : Diplomasi yang Dilakukan Eksekutif Belum Maksimal

Achmad Hafisz Tohir Anggota BKSAP dari Fraksi PAN DPR RI

Fraksipan.com – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir menilai bahwa diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah masih belum maksimal. Hal itu ditandai dengan masih sedikitnya negara-negara investor yang mengetahui informasi tentang apa yang saat ini sedang pemerintah tawarkan kepada negara maju untuk masuk sebagai investor maupun mitra dalam pembangunan di dalam negeri.

Demikian disampaikan Hafisz Tohir usai menjadi pembicara dalam acara ‘BKSAP Day’ yang merupakan rangkaian dari kegiatan kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Universitas Lampung (Unila), di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Selasa (3/12/2019).

“Hal ini dikarenakan masih minimnya sosialisasi informasi tentang indonesia kepada mereka melalui perwakilan RI di luar negeri, baik diplomat atase maupun perwakilan perdagangan dan investasi Indonesia di luar negeri,” ujar Hafisz Tohir. Menurutnya, akan lebih kuat lagi kalau fungsi diplomasi tersebut juga dilakukan oleh para legislatif yang notabene juga punya kepentingan bagi suksesnya pembangunan.

Ia menyampaikan, eksekutif atau Non Government Organization NGO yang berada di perimeter yang berhubungan dengan hal yang sejenis, seperti lingkungan ataupun investasi, terkadang mereka tidak bisa mentransfer maksud dan kehendak bangsa.

“Hal inilah yang akan kita jembatani dari APBN itu, sehingga kita tahu apa yang harus kita capai dalam jangka waktu lima tahun ke depan . Oleh karenanya kita meminta dukungan kepada stakeholder kita terkait fungsi keempat DPR ini, yakni diplomasi parlemen, selain fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan,” ujar legislator Fraksi PAN itu.

Hafisz berharap, setiap sen demi sen uang yang berasal dari APBN itu bisa tersalurkan langsung kearah yang lebih produktif. “Sehingga tiap sen APBN yang dikeluarkan menghasilkan sesuatu yang berguna. Jangan sampai kita membangun kemudian menjadi sia-sia,” tandasnya.

Terkait kegiatan BKSAP Day yang digelar di Kampus Unila, Hafisz mengatakan bahwa antusiasme dari mahasiswa Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (Fisip) Universitas Lampung terhadap apa yang telah dilakukan oleh parlemen ternyata mendapat tanggapan yang positif.

“Walaupun ada beberapa yang mengkritisi, tetapi itulah yang namanya demokrasi. Kita harus siap untuk dikritik dan didukung. Acara BKSAP Day memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya civitas akademika. Kita tahu bahwa di dalam demokrasi, sesuatu yang paling kritis dan menyuarakan kebenaran dalam membela kepentingan rakyat banyak biasanya dilakukan oleh para mahasiswa,” tuturnya.

Oleh sebab itu, lanjut Hafisz, pemikiran atau langkah-langkah yang sudah dilakukan BKSAP DPR RI perlu juga disampaikan langsung kepada mahasiswa, dengan harapan bisa mendapatkan dukungan yang lebih luas dari masyarakat dalam melakukan diplomasi kepada negara sahabat dan juga seluruh organisasi internasional.

Satu hal ditangkap oleh politisi dapil Sumatera Selatan I ini pada BKSAP Day di Universitas Lampung, bahwa informasi-informasi terhadap stigma bagaimana pengelolaan uang negara dengan baik dan benar itu sudah masuk dalam tataran perhatian mahasiswa.

“Oleh karenanya saya berharap, dengan kegiatan BKSAP Day seperti ini dapat memberikan persamaan persepsi dan men-deliver apa yang sudah kita lakukan dalam hubungan internasional kepada rakyat yang selaku stakeholder, khususnya dalam hal ini mahasiswa Unila sebagai masyarakat intelektual. Ini akan membuat wajah baru parlemen kita, dimana kita sesungguhnya adalah diplomat juga,” ungkapnya.(ed)

editor

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 10 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.