Sudding : Jangan Gunakan Istilah Radikalisme Untuk Sudutkan Agama Tertentu

 Sudding : Jangan Gunakan Istilah Radikalisme Untuk Sudutkan Agama Tertentu

Fraksipan.com – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Sarifuddin Sudding mengusulkan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius untuk mengubah diksi radikalisme menjadi violent extremism atau kekerasan ekstrem.

Sudding menyebut kata radikalisme tanpa sengaja telah langsung menyudutkan agama tertentu.

“Pak Suhardi, saya sebenarnya nggak setuju sama diksi radikalisasi, diksi ini muncul di masa Orde Baru yang berkaitan mengarah ke kiri. Tapi pasca-Orde Baru ini, sehingga sudah ke kanan,” kata Sudding saat rapat bersama BNPT di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/11) seperti dikutip dari Media Online Detik.

Ia juga menuturkan, di beberapa kejadian (yang disebut radikalisme) juga dilakukan oleh nonmuslim, misalnya di Selandia Baru dan lainnya, padahal menurutnya itu kekerasan.

“Apakah kita nggak bisa gunakan diksi ekstremis atau kekerasan? Saya minta, dalam forum ini, diksi radikal ini dipikirkan ulang bagaimana agar kata radikalisme diganti dengan violent extremism,” pungkasnya. (ed)

mediafraksipan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − eleven =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.